Dia anak laki-laki yang kurus dengan rambut ikal klimis. Sepertinya ibunya senang membaluri rambutnya dengan minyak kelapa buatan sendiri mungkin dengan maksud agar rambut anaknya yang tipis dan agak bule itu bisa lebih lebat dan hitam. Anak ini adalah salah satu murid di tahun pertama saya mengajar. Anak seorang ayah hebat penjual es cendol kampung. Dia tidak pendiam namun terlihat agak membatasi diri untuk bermain dengan teman yang lainnya. Anak yang lebih suka diberikan kertas kosong dan krayon ketibang diajak ngobrol.

Ketika itu saya belum tahu mengenai kecerdasan majemuk ataupun bermacam gaya belajar. Di  3 bulan awal mengajar sangat sulit sekali bagi saya untuk memahamkan padanya mengenai huruf dan angka atau bahkan sekedar memantik ekspresi gembiranya di kelas. Ekspresinya cenderung datar. Tidak seperti anak-anak lainnya. Tapi kekaguman saya selalu muncul ketika saya menyediakan ruang bebas untuk semua murid berkreasi dengan buku gambar dan krayon. Goresan dan pencampuran hasil warna krayon yang dibuatnya sungguh selalu membuat saya bertanya-tanya, "Belajar darimana dia?". Jarinya yang mungil dengan ujung kukunya yang hitam hitam terlihat sangat ajek memegang crayon. Kelas seakaan milik dia seorang. Riuhnya kelas tak sedikitpun merusak kerja otaknya yang sedang sibuk berimajinasi dan menuangkannya ke atas kertas polos putih. Matanya hanyut dalam goresan yang dibuatnya. Alisnya terkadang berkerut ketengah, tanda ia mencoba untuk konsisten fokus kedalam apa yang sedang dia kerjakan. Begitulah dia ketika menggambar.

Akhirnya munculah ide untuk mengaitkan pengenalan huruf dan angka yang basisnya adalah gambar yang dibuatnya. Saya mulai menyiapkan kartu huruf dan angka. Saat dia selesai menggambar saya meminta dia ke depan dan menceritakan gambarnya pada saya. Saya pun menyakan hal-hal yang ada pada gambarnya yang terkait dengan huruf dan angka. Dia pun terlihat nyaman dan bersemangat setiap kali saya melakukan itu. Alhamdulillah berhasil! Senangnya saya!! Dalam kurun waktu sebulan dia bisa mengenal angka 1-5 dan huruf vocal aiueo dengan lancar. 

Anak ini adalah 1 dari sekian banyak anak yang masih mengisi memori saya sepanjang perjalanan mengajar. Alhamdulillah..MasyaAllah..Tabarakallah.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Anak : “AYAH SAYANG KAMU RARA”