“AWAS!!.... NANTI JATUH!!”
Sering sekali kita mendengarkalimat ini terlontar saat bunda ataupun ayah mendapati anakny amelakukan sesuatu. Sadarkah kita bahwa setiap perkataan orangtua adalah doa?Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabishallallahu ‘alaihiwasallambersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ
مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga doa yang
mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua,
doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang
dizholimi.”(HR. Abu Daud no. 1536.Syaikh Al Albani katakana bahwa hadits ini hasan).
Anak-anakdengan segala rasa
keingintahuan mereka yang tinggi dan kepolosannya sering sekali ingin mencoba hal-hal baru meskipun belum diimbangi dengan ketangkasan yang mereka miliki. Sehingga mengakibatkan banyak orangtua yang melarang anak-anaknya untuk melakukan hal tersebut.Padahal larangan bukanlah hal terbaik untuk anak karena akan mematikan rasa ingin tahu sekaligus menghambat perkembangan mereka. Banyak sekali kegiatan yang
ingin dilakukan anak namun para orangtua melarangnya, misalnya memanjat pohon, berlari, bermain dengan air, dan lain
sebagainya.Tahukah anda bahwa hasil penelitian menunjukkan, mereka yang suka memanjat pohon akan memiliki tingkat memori lebih baik dibanding yang
tidak? Penelitian difokuskan pada kegiatan proprioceptively dynamic yaitu kemampuan seseorang untuk merasakan posisi tubuh dan gerakan.Kegiatan ini juga melihat keterampilan motorik seseorang. (sumber: kompas.com). Begitu juga berlari,
berlari pada anak sebenarnya merupakan latihan keseimbangan tubuh dan penguatan otot-otot terutama otot kaki.Bukankah itu baik pula untuk kesehatan anak kita?
Maka dari itu sudah sepantasnya para orang tua tidak melarang namun mengawasi anak-anak sambil memberikan semangat positif dan harus mengganti kalimat judul di atas manja di “Hati-hati ya nak…!!”.

Komentar
Posting Komentar