GAYA BELAJAR ANAK USIA DINI


Memahami gaya belajar Si Kecil adalah salah satu cara untuk mengoptimalkan pendampingan proses belajar mereka. Terdapat empat (4) gaya belajar utama, yakni Visual, Auditori, Membaca/Menulis, dan Kinestetik-Taktil. Hal ini tidak berarti bahwa seorang anak atau orang dewasa tidak dapat belajar dengan lebih dari satu gaya tersebut, ini hanyalah cara utama mereka menyerap informasi.

1. Visual

Seperti namanya, pembelajar visual lebih suka melihat sesuatu untuk mempelajarinya. Dalam gaya pembelajaran visual, demonstrasi fisik bekerja dengan baik, begitu pula instruksi video atau video pendidikan. Coba berikan kepada pembelajar visual sebuah buklet instruksional kemasan datar tanpa gambar dan Anda tidak akan memiliki perabot yang sangat kokoh!

Mengidentifikasi pembelajar visual
Apakah perhatian anak Anda terganggu saat Anda berbicara dengannya? Apakah mereka lebih suka menonton sesuatu daripada mendengarkan radio? Apakah menurut Anda mereka sangat tertarik pada seni? Anda mungkin memiliki pembelajar visual. Tantangan Anda adalah menjauhkan mereka dari layar atau setidaknya mengarahkan tontonan mereka ke hal-hal yang lebih praktis daripada video unboxing.

Ciri-ciri lainnya meliputi:
- Terganggu oleh suara
- Menikmati dan membaca gambar-gambar di buku
- Senang dengan tindakan, khususnya dalam lagu anak-anak

Mendukung pembelajar visual di rumah
Mengajar pelajar visual dapat membuat frustasi bagi sebagian orang tua. Berbicara dengan anak-anak dan memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan adalah cara paling umum yang kita sebagai orang tua pikirkan untuk berkomunikasi, terutama karena kita lebih bersifat auditori. Buatlah tindakan untuk kata-kata Anda pada anak- anak dengan gaya belajar audiori. Contoh: Saat anda meminta anak untuk memakai topi, Anda dapat melakukannya dengan kata-kata sambil menepuk-nepuk pelan kepala Anda. 



2. Auditori

Berbeda dengan pembelajar visual dan gaya belajar lainnya, pembelajar auditori tidak terganggu oleh suara, melainkan menyerapnya dan belajar lebih efektif adalah melalui suara tersebut. 

Mengidentifikasi pembelajar auditori
Jika Anda anak dengan gaya belajar auditori, Anda akan mengetahuinya! Pembelajar auditori suka berbicara, berbicara, dan berbicara sepanjang pembelajaran, sering kali mengganggu orang lain dengan obrolan mereka. Namun bukan berarti tidak ada gunanya, pembicaraan ini, dan terkadang sebuah lagu, semuanya sangat terfokus pada pekerjaan dan membantu mereka mengingat informasi.

Ciri-ciri lainnya meliputi:
- Berbisik keras saat membaca
- Lebih suka dan akan mengikuti arahan lisan
- Sering bernyanyi

Mendukung pembelajar auditori di rumah
Meluangkan waktu untuk bercakap-cakap adalah salah satu hal yang mendukung proses belajar anak dengan gaya belajar auditori. Mengenalkan suatu tema atau karakter dengan mendengarkan podcast cerita dan hal lain yang bersifat bunyi suara membuat pembelajar auditori nyaman. Beberapa strategi untuk melibatkan pembelajar auditori di kelas Anda mencakup diskusi kelompok, video menarik, dan rekaman audio.


3. Reading & Writing Learners

Berbicara dengan pembelajar dengan gaya belajar Reading & Writing Learners sering kali tidak didengarkan. Pembelajar ini agak visual namun alih-alih sebuah ilustrasi, mereka membutuhkan buku instruksi.

Mengidentifikasi pembelajar dengan gaya belajar Reading & Writing
Anak-anak ini cenderung lebih pendiam dan jika berada di ruangan yang penuh dengan pembelajar auditori, mungkin terlihat agak tertutup. Sifat mereka yang pendiam bukan berarti mereka tidak mendengarkan, justru sebaliknya. 

Ciri-ciri lain mungkin termasuk:
- Suka membaca dengan suara keras
- Mengingat apa yang telah mereka baca
- Senang dengan bahan cetakan

Mendukung pembelajar dengan gaya belajar Reading & Writing
Menyediakan tempat untuk membaca, menulis dan mencoret-coret akan membantu anak dengan gaya belajar Reading & Writing Learners. Kita semua tahu bahwa latihan menghasilkan kemajuan dan tidak ada cara yang lebih baik bagi Reading & Writing Learners untuk berlatih selain melalui buku. Mereka juga akan mendapat manfaat dari dinding yang ditempeli poster pendidikan, lembar kerja untuk diselesaikan, dan rak buku dari dinding ke dinding dengan literatur.



4. Kinaesthetic-Tactile Learner

Dalam menerima informasi dan mengikuti pembelajaran, anak dengan gaya belajar kinestetik-taktil lebih peka melalui proses melakukan aktivitas, mengalami secara langsung, menyentuh, merasakan dan bergerak.

Ciri-ciri Kinestetik – Gaya Belajar Taktil
Ciri-ciri anak dengan gaya belajar Kinestetik – Taktil ada beberapa, yaitu:
- Lebih senang dengan aktivitas fisik dan merasakan pembelajaran langsung.
- Mudah bosan dengan kegiatan belajar di kelas karena harus mendengarkan dan menulis.
- Lebih mudah untuk memahami informasi melalui gerakan.
- Menyukai olahraga dan keterampilan motorik kasar lainnya.
- Suka menciptakan hal-hal baru.
- Nikmati aktivitas yang berhubungan dengan partisipasi panca indera
- Tidak menyukai aktivitas yang memerlukan ketenangan atau duduk dengan rapi.

Mendukung pembelajar dengan gaya belajar Kinestetik - Taktil
Belajar seraya bermain dan bermain seraya belajar adalah motto yang sangat sesuai dengan gaya belajar kinestetik-taktil. Sebagai contoh saat kita ingin mengenalkan huruf vocal, kita dapat menyusunnya dilantai lalu meinta anak untuk melompati huruf yang kita sebutkan. Ini adalah contoh sederhana duntuk mendukung gaya belajar kinesetik taktil.



Dikutip dari berbagai sumber





Komentar